SATGAS COVID 19

Dua orang petugas berompi SATGAS COVID 19 mengetuk rumah kami. Setelah menanyakan KTP dan KK mereka memberi selembar kupon.

Kupon itu berisi voucher penukaran beras dan sembako di balai RW. Berasnya 10 kg, gula 2 kg, minyak 2 kg dan sabun 3 batang. Saya ragu menerima kupon. Merasa tidak berhak. 

Petugas itu dg ramah menjelaskan: "diterima saja pak, semua warga dapat, yg membedakan jumlahnya, warga tidak mampu dapat lebih banyak". Sayapun menerima kupon itu. Minggu jam 7.15 saya ambil motor dan bergegas ke Balai RW. 

Tidak ada antrian, karena masing masing kupon ternyata memiliki jam pengambilan yang berbeda. Warga wajib mengambil paket sesuai jam nya agar tidak ada antri.

Saya kaget berpapasan dg Mbah Tamim, beliau dapat beras dan gula lebih banyak. Beras gula dan sabun nya melebihi yg akan saya ambil. Ternyata Mbah Tamim tergolong warga kurang mampu. Jadi mendapat jatah lebih banyak. Saya ikut senang. Mbah Tamim terlihat sangat girang. 

Ternyata ada tiga kategori warga. Mampu, sedang dan kurang. Jatah masing masing keluarga berbeda. Di kupon itu juga tertera jumlah anggota keluarga. Keluarga yang jumlahnya banyak, akan mendapat jatah yang lebih banyak 

Kupon diberikan setiap akhir pekan, minggu pagi warga mengambil jatahnya. Semua tertib dan tidak ada antrian berarti. Mungkin dibuat begitu untuk mematuhi protokol kesehatan. 

Semua warga gembira. Jalan jalan sepi. Pak lurah dan dua orang perangkat nya sesekali terlihat keliling kampung. Wajahnya ramah dan semakin gagah dengan rompi Satgas.

Tiba tiba suara speaker masjid berkumandang. Melantunkan Surat An-nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

"Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sunggguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat".

Saya terbangun. Jam saya lirik 04.30. WIB. Saya bergegas ke kamar mandi. Menyalakan lampu dan mengambil air wudlu. 2 anak kami yg terpaksa diliburkan sekolahnya, masih terlelap. 

Terima kasih ya Allah, telah engkau beri mimpi yang indah. Meski sulit menjadi kenyataan.

Ojo trelalu fanik mikirin covid
Keep smile😃😋😋
Stay at home

Comments

Popular posts from this blog

*TERNYATA MEMBACA AL-QUR'AN SETELAH MAGHRIB & SUBUH DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN OTAK SAMPAI 80%*

AKHIR ZAMAN ????

cinta buta